Asyiknya Mendata Burung Air di Kawasan Angke

0
53
Para relawan mengamati burung di kawasan Hutan Lindung Angke Kapuk, Jakarta Utara, Sabtu (13/1).

Sekelompok mahasiswa pengamat burung dan pecinta alam dari berbagai universitas di Jakarta mengamati dan menghitung burung air di kawasan Hutan Lindung Angke Kapuk, Jakarta Utara. Penghitungan atau sensus ini dalam rangka memeringati Asian Waterbird Census (AWC) 2018, pada Sabtu (13/01). Asian Waterbird Census di Jakarta ini diselenggarakan berkat kerja sama antara Jakarta Birdwatcher Society dengan Biodiversity Warriors Yayasan KEHATI.

Staff Edukasi & Outreach Yayasan KEHATI, Ahmad Baihaqi mengungkapkan tujuan dilakukannya kegiatan tersebut adalah sebagai proses pengumpulan data informasi tahunan mengenai populasi burung air di lahan basah (wetland). Keberadaan burung air di suatu kawasan juga dapat dijadikan sebagai indikasi lingkungan yang masih baik.

“Dari hasil pengamatan yang dimulai sejak pukul 07.00 WIB sampai dengan pukul 11.00 WIB, sebanyak 11 jenis burung air berhasil didata, diantaranya burung kokokan laut (Butorides striatus), cangak abu (Ardea cinerea), pecuk-padi hitam (Phalacrocorax sulcirostris), pecuk ular asia (Anhinga melanogaster) dan beberapa jenis burung air lainnya,” kata  Abay, panggilan akrab Ahmad Baihaqi, yang juga merupakan mahasiswa Prodi Magister Biologi, Sekolah Pascasarjana, Universitas Nasional, Jakarta.

Para relawan mendiskusikan hasil pengamatan burung di kawasan Hutan Lindung Angke Kapuk, Jakarta Utara pada Sabtu (13/1).

Peserta AWC di Jakarta tahun ini diikuti oleh para pemuda yang peduli dengan lingkungan, diantaranya Biodiversity Warriors Yayasan KEHATI, BScC Indonesia, Indonesia Wildlife Photography, dan kelompok penggiat lingkungan lainnya. Selain itu, hadir pula peserta dari kelompok studi dari berbagai Universitas, diantaranya Biological Bird Club (BBC) Ardea Fakultas Biologi Universitas Nasional, KPB Nycticorax Universitas Negeri Jakarta, KPB Nectarinia Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, Kelompok Studi Hidupan Liar (KSHL) Comata Universitas Indonesia, Uni Konservasi Fauna (UKF) IPB Bogor, dan Sapta Pala SMA N 7 Jakarta.

Koordinator Jakarta Birdwatcher Society, Ady Kristanto, mengungkapkan AWC atau penghitungan burung air secara global merupakan program tahunan. Tahun ini, AWC mulai dilakukan dari 6-21 Januari. Namun, di Indonesia penghitungan dan pendataan dapat dilakukan sepanjang bulan Januari yang hasilnya dicatat ke dalam lembar formulir dan hasilnya akan dilaporkan secara serentak dari berbagai dunia melalui lembaga International Waterbird Census. Kegiatan ini juga sebagai media kampanye kepada masyarakat akan pentingnya menjaga kawasan lahan basah bagi kehidupan manusia ataupun makhluk hidup lainnya.

Sensus penghitungan burung air secara global juga dilakukan secara serentak di berbagai negara di kawasan Afrika, Eropa dan Amerika di bawah payung International Waterbird Census (IWC). Sementara di Indonesia kegiatan AWC sendiri dikoordinasikan melalui lembaga Wetlands International – Indonesia Program.