Susah Tidur? Lakukan Kegiatan Positif

0
75
Kafe ini selalu ramai oleh mahasiswa untuk menghabiskan waktunya di malam hari. Foto: Susie Berindra

Insomnia kini telah menjadi bagian hidup anak muda. Tidur lewat tengah malam karena melakukan beragam aktivitas hingga hanya berpikir tentang masa depan jadi penyebabnya. Namun, banyak anak muda yang malah ‘merayakan’ insomnianya.

Kafe Insomniak

Bosan berada di rumah atau kos mengundang anak muda untuk berkumpul di kafe. Entah hanya sekadar berbincang atau mengerjakan tugas.

Salah satu kafe yang digandrungi anak muda adalah kafe Insomniak. Kafe tersebut terletak di daerah Ciputat, Tangerang Selatan. Meskipun tampak sederhana, kafe Insomniak menyediakan beragam makanan berat dan ringan sesuai kantong mahasiswa.

Kafe Insomniak juga kerap menjadi tempat diskusi anak muda atau hanya melepas tawa bersama. Mereka bebas ‘merayakan’ insomnianya dengan beragam cara.

Bahkan tiap Selasa malam, kafe Insomniak selalu mengadakan “Selasa Tawa”. Siapapun dapat unjuk kelucuan di atas panggung. Stand up comedy ini menjadi wadah para mahasiswa untuk menghibur orang lain. Kegiatan itu menambah kemeriahan malam itu bagi para insomnia muda.

Kafe tersebut biasanya mulai ramai pukul 19.00 WIB. Semakin malam, akan makin banyak anak muda yang kongko dalam kafe tersebut. Kafe Insomniak akan tutup pada pukul 02.00 WIB.

Apa itu Insomnia?

Banyak anak muda berubah siklus tidurnya hingga mengalami insomnia. Padahal insomnia merupakan gangguan tidur, ketika seseorang gagal mengalami beberapa tahap siklus tidur. Dimulai dari fase seseorang tidur ringan hingga tertidur nyenyak.

Menurut Akoso, penerjemah buku berjudul Natural Healing Therapies for Common Ailments – Overcoming Insomnia, beberapa faktor melatarbelakangi terjadinya insomnia. Seperti stres, kebiasaan melakukan aktivitas di tempat tidur, hingga gaya hidup.

Stres terjadi karena seseorang mengalami depresi. Sehingga otak tak mendapat kesempatan untuk beristirahat. Kebiasaan melakukan aktivitas di tempat tidur sepertinya sudah menjadi makanan sehari-hari anak muda. Biasanya sebelum tidur, mereka akan sibuk dengan gawainya. Entah menguntit orang lain melalui media sosial atau bermain game online.

Gaya hidup biasanya berkaitan dengan begadang dan jadwal tidur tak teratur. Tak heran, jika banyak anak muda ‘merayakan’ insomnianya dengan berkumpul di kafe hingga lewat tengah malam.

Banyak anak muda mengalami insomnia sejak umur yang masih belia. “Aku sejak SD sudah tidur jam 10 malam. Sekarang biasanya tidur jam 1, kadang bisa sampai jam 4 pagi,” ujar Andrea Novita Rinesti, mahasiswa Fakultas Kedokteran Umum Universitas Kristen Maranatha.

Ia juga mengakui, begadang sering dilakukannya untuk belajar dan mengerjakan tugas kuliah. Menurut Novi, model belajar ‘ngalong’ seperti itu memudahkannya memahami materi.

Hal serupa juga dirasakan oleh mahasiswa lainnya. Viktorikus Adhamas, mahasiswa Fakultas Seni Desain Universitas Multimedia Nusantara ternyata juga memiliki pola tidur yang sama seperti Novi. “Aku kadang kalau insomnia juga bisa tidur sampai jam 4 pagi, bangun jam 6 pagi. Tapi biasanya diakali dengan main ponsel atau iseng menggambar buat mancing ngantuk,” katanya.

Selain mengerjakan tugas yang membuat seseorang tidur hingga larut malam, anak muda ternyata juga hobi bermain dalam pikirannya sendiri. Beragam pikiran berkecamuk dalam otaknya, seperti cara memperbaiki hidup hingga memikirkan masa depannya.

“Yang bikin susah tidur biasanya gara-gara banyak pikiran. Gara-gara belum tahu nanti kalau udah gedhe mau jadi apa, jadi kepikiran deh,” tutur Emmanuel A. W. Adi, mahasiswa Fakultas Hukum, Universitas Indonesia.

Insomnia jelas sebuah gangguan tidur, sehingga tentu berimbas pada kesehatan seseorang. Melansir dari Telegraph, orang yang mengalami insomnia berdampak buruk bagi kesehatan jasmani dan mental.

Tingkat kegelisahan seseorang meningkat. Kurangnya tidur mengakibatkan kortisol (hormon berkaitan dengan stres) meningkat, diikuti dengan meningkatnya degup jantung. Seseorang juga lebih sering merasa mengantuk pada siang hari, sulit untuk tidak memejamkan matanya.

“Kalau bangun jadi nggak segar, badan malah pegal-pegal kayak habis tanding sama Conor McGregor,” kata Adi sambil tertawa.

Kalau seseorang jadi moody, biasanya cenderung marah karena alasan sepele. Tanda ini patut dicurigai karena ia kurang tidur. Selain itu, hobi makan lewat tengah malam juga disebabkan insomnia. Penelitian tahun 2012 menyebutkan, kurangnya tidur meningkatkan tingkat ghrelin (hormon “lapar”). Makin rendah intensitas seseorang tidur, ia makin merasa lapar.

Meskipun insomnia tampak menyenangkan, namun tetap penting untuk mengatur pola hidup sehat. Durasi tidur ideal bagi seseorang sekitar tujuh hingga sembilan jam per hari. Tak lupa diikuti dengan olah raga teratur. Badan yang bugar, membawa kegembiraan bagi jiwa yang sehat pula.

Yosepha Debrina

Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Atmajaya, Yogyakarta

Magang Kompas Muda