Di Balik Kenikmatan Cita Rasa

0
53
Bahan-bahan yang disiapkan untuk cooking class membuat blueberry bloom cake dan chocolate croissant. Foto: Yosepha Debrina

Siapa sih yang nggak suka makan cake? Rasanya yang dominan manis membuat siapapun menikmatinya. Cake yang lezat biasanya akan membuat orang-orang yang memakannya jadi ‘nagih’. Mereka akan berhasrat buat makan lagi dan lagi.

Lezatnya kue yang dibuat, tentu diikuti proses yang panjang. Jangan salah, tampaknya sederhana padahal cara membuatnya rumit. Pantas saja, banyak cake yang memang teruji cita rasanya berani dijual dengan harga selangit! Seperti kata orang, proses memang tak pernah mengkhianati hasilnya.

The Harvest, salah satu toko kue di Jakarta mengadakan cooking class untuk wartawan gaya hidup. Seorang chef menjelaskan cara pembuatan blueberry bloom cake dan chocolate croissant. Kelas tersebut diikuti oleh 15 orang tamu undangan, baik perwakilan media dan blogger. Tak ketinggalan, Mike Lewis juga ikut bergabung dalam kelas memanggang.

Beruntung, seluruh adonan sudah dipersiapkan oleh pihak acara. Sehingga para peserta enggak usah khawatir tentang cita rasa kue. Adonan kue blueberry bloom adalah spons coklat, creamy cheese mousse, dan selai blueberry. Sedangkan adonan chocolate croissant juga telah siap beserta butter berbentuk persegi panjang.

Peserta cooking class serius mendengarkan arahan dari chef. Foto: Susie Berindra

Peserta membuat kue bluberry bloom selama sekitar 1,5 jam. Proses pendinginannya bisa memakan waktu sekitar 1 jam juga. Kue tersebut berbentuk bulat yang terdiri atas tiga lapis. Lapisan pertama adalah spons coklat, kemudian oleskan selain blueberry di atasnya dan ratakan. Setelah itu letakkan creamy cheese mousse di atasnya. Letakkan spons coklat kedua dan lengkapi dengan bahan-bahan dan krim yang tersedia dengan cara yang sama.

Ketika menyusun hasil akhir, tersedia coklat dengan beragam bentuk dan warna. Menyusunnya pun tak sembarangan. Salah satu jenis coklat berbentuk memanjang yang bentuknya serupa dengan kawat, perlu ekstra hati-hati dalam memegangnya. Jika tak berhati-hati, maka seketika itu juga hancur di tangan. Rasanya deg-degan alias sport jantung karena memang butuh ketelatenan.

Roti chocolate croissant pun tak kalah mendebarkannya. Adonan yang telah siap perlu ditipiskan, barulah peserta dapat meletakkan butter di tengah adonan. Lipat adonan untuk menutup butter, lalu cubit-cubit titik pertemuan antar adonan. Gunanya untuk memastikan antar adonan bisa saling menempel, sehingga butter tidak terlepas dari adonan. Selanjutnya tipiskan lagi adonan yang telah mengandung butter. Letakkan sebatang coklat di tengah-tengah adonan itu, kemudian lipat agar coklat tertutupi oleh adonan. Lakukan di sisi atas dan bawah, lalu cubit-cubit tiap titik antara coklat dan adonan. Adonan tersebut siap dipanggang.

Terlihat mudah memang, tapi sebenarnya nggak segampang yang dikira. Apalagi jika yang membuat kue adalah orang awam. Harus diakui butuh ketelitian, kesabaran, dan keluwesan dalam menyusun lapisan per lapisan.

Jadi, apakah kalian tertarik untuk membuat kue? Buatnya berlipat-lipat lebih susah daripada masak makanan instan. Jadi jangan heran ya kalau kue yang lezat, harganya juga selangit! Di balik kenikmatan kue, ada proses panjang yang perlu dilalui. Demi hasil yang memuaskan, membuatnya pun nggak cuma butuh kemampuan, tapi juga bumbu perasaan tertuang di dalamnya.