17 Agustus: Pandangan di Usia Dewasa

0
19
(17/08) Taufik, anaknya dan Sukaji dengan sepeda yang sudah dihias (Gregorius Bernardino S.)

Antusias tamu undangan meningkat di Istana Merdeka pagi itu (17/8) saat Presiden Jokowi menghampiri tamu undangan sebelum memulai prosesi upacara. Banyak tamu yang berebut mengambil swafoto bersama orang nomor satu di Indonesia. Pada hari ulang tahun Republik Indonesia yang ke-72 banyak hal baru yang tersaji dalam upacara perayaan hari kemerdekaan. Tamu undangan Istana diwajibkan mengenakan pakaian tradisional, penampilan model dari Jember Fashion Carnival, pertunjukan tari-tarian daerah, dan penampilan musisi nasional menjadi keunikan tersendiri pada perayaan hari kemerdekaan yang ke-72.

Tak hanya di dalam Istana, namun di luar Istana masyarakat yang menyaksikan prosesi upacara kemerdekaan juga merasakan euforianya. Masyarakat difasilitasi layar televisi raksasa untuk melihat prosesi kegiatan di dalam. Masyarakat yang datang pun beragam, ada pula turis yang turut menyaksikan upacara bendera dari luar Istana. Rangkaian upacara berjalan secara hikmat, dan memberikan ketegangan bagi masyarakat yang menyaksikan langsung. Kami sempat berbincang dengan Jennifer (40) turis dari Inggris, dia menjelaskan kesenangannya saat berada di Indonesia. Menurutnya, Indonesia itu negara yang indah terutama Pulau Komodo, dan Bali sebagai tempat wisata kenamaan di Indonesia. “And the people here are very friendly.” tambahnya.

Bila mengacu pada pembacaan teks proklamasi berarti Indonesia sudah merdeka selama 72 tahun. Kemerdekaan tersebut dinilai dari terbebasnya bangsa Indonesia dari masa penjajahan saat itu. Tapi, menurut masyarakat Indonesia apakah mereka sudah merdeka?

Taufik (37) menjelaskan kepada kami bahwa Indonesia sudah merdeka karena saat ini Indonesia tidak sedang dijajah bangsa lain. “Buktinya kan sekarang kita udah gak dijajah,” katanya. Dia mengatakan bahwa saat ini Indonesia dipimpin dengan baik, pelayanan sampai pendidikan mulai berkembang. Hari itu, dia bersama anak perempuannya berangkat menuju Istana Merdeka menggunakan sepeda dari rumahnya di Pondok Gede. Mereka berangkat dari pukul setengah delapan pagi dan tiba pukul sembilan pagi. Sepedanya pun sudah dihias lengkap dengan berbagai

Sepeda hias milik Sukaji dan Taufik (Gregorius Bernardino S.)

ornamen kemerdekaan, bahkan ada pula poster Presiden Soekarno. Masyarakat yang hadir pun banyak yang ingin foto dengan Pak Taufik dan sepedanya.

Teman satu komunitas sepedanya, Pak Sukaji (54) mengatakan bila negara ini sudah merdeka, tetapi kemakmuran masih kurang merata. Pak Sukaji merupakan warga Cikampek. Dia mengayuh sepedanya dari pukul tiga pagi, dan sempat beristirahat di daerah Kosambi untuk shalat subuh.

Mereka mengayuh sepedanya sampai ibu kota dengan harapan tinggi. Agar semangat mereka dapat menyebar ke masyarakat lainnya. Dan dapat menyebarkan harapan bersama sebagai negara bersatu. Berharap agar Indonesia kedepannya semakin maju dan sejahtera. Dalam usia yang dewasa ini budaya lokal juga mulai luntur dari semangat orang muda, mereka juga berharap bersama kita selalu menjaga budaya agar dapat dikenal oleh negara-negara lain. Tidak lupa mereka mengharapkan agar rakyat Indonesia tidak memandang perbedaan. Bukan kah keberagaman kita yang membuat negara ini semakin indah dan bersatu?

Pahlawan sudah berjuang untuk memerdekaan dan menjaga Indonesia sampai saat ini masih bisa merayakan ulang tahunnya yang ke-72. Apakah kita sebagai pemuda pemudi Indonesia sudah memiliki semangat dan mau meneruskan kemerdekaan Indonesia?

Reporter: Chiara F. Samandari (SMA Athalia Tangerang)
Gregorius Amadeo (SMA Regina Pacis Bogor)

Fotografer: Gregorius Bernardino S. (SMA Kolose Gonzaga Jakarta)