Mendidik Anak, Membangun Sebuah Generasi

0
26

“Ibu..! dorong sepedaku,” bentak lantang seorang anak kecil pada ibunya, aku kaget bukan kepalang. Sebuah kejadian singkat nan sederhana, namun selalu terdapat pelajaran yang dapat kita petik dari segala hal yang terjadi dalam hidup kita, termasuk dari orang-orang sekitar kita, sekecil apapun itu, sesederhana apapun hal itu.

“Bagaimana bisa seorang anak kecil membentak ibunya dengan kasar seperti itu? Sedang ibunya tak acuh menolak permintaan anaknya, mengabaikan, dan meninggalkannya berjalan terlebih dahulu.” Itulah yang terlintas dalam benakku saat itu.

Sesaat aku teringat oleh seorang anak kecil yang rajin sholat berjamaah di masjid sekalipun itu pada waktu subuh, bahkan ia selalu keluar masjid ketika dzikir berlangsung untuk merapikan sandal para jamaah lainnya. Yang aku lihat ia selalu datang berjamaah bersama seorang wanita tua yang aku duga adalah neneknya. Betapa kedua hal yang sangat bertentangan.

“Pendidikan itu; pengajaran, pembentukan, pembiasaan, pengarahan, pelatihan, penugasan yang diikuti dengan uswatun hasanah atau peneladanan”, teringat nasehat lama seorang guru yang mengagumkan.

Keluarga sebagai faktor utama yang menentukan pembentukan kepribadian seorang anak, khususnya orangtuanya, segala hal yang dilakukkan tanpa disadari akan tersirat dalam diri anak, sesederhana apapun kebiasaan orangtua akan memberi pengaruh besar karena secara tidak langsung hal tersebut telah membentuk karakter dan kepribadiannya.

Semua itu tak lain karena anak hidup bersama keluarga, sedari bangun tidur hingga akan tidur kembali, sebagian besar waktunya dihabiskan di rumah dan terlebih ibu yang memiliki peranan terbesar bagi pendidikan anak, karena ibu adalah sekolah pertama bagi putranya, dan darinya pula akan terbentuk generasi berkepribadian super. Sedangkan sekolah maupun lingkungan menjadi faktor sekunder yang juga turut andil dalam pendidikan anak.

Menelaah kembali, kudapati orangtua dari anak yang kasar tadi kurang memberikan teladan. Wajar bila kepribadian anak demikian.

Begitulah gambaran banyak  orangtua  saat ini, kurang memperhatikan pendidikan anak-anaknya apalagi meneladankan tata krama, padahal anaknya adalah pemuda penerus bangsa. Jika tidak dididik dan tidak dibentuk karakter yang baik dalam dirinya, maka nantinya mereka sulit untuk menjadi harapan bangsa. .

Seperti halnya berita yang ditayangkan di televisi beberapa minggu lalu, dimana sekelompok anak-anak SMP yang berlomba-lomba mengikuti trend modifikasi sepeda motor bahkan menjadi anggota geng motor yang juga tak jarang mengacau lalu lintas di tengah malam demi mengadakan balapan motor. Orangtua punya andil dalam peristiwa seperti itu, sebab merekalah yang memberikan sepeda motor dan membebaskan anaknya berkendaraan meski masihdi bawah umur.

Untuk mencegah hal ini, setidaknya perlu dilakukan penyuluhan  kepada orangtua bagaimana mendidik anak.