Sisi Lain Mahasiswa Mudik

0
86
Kompas/Rony Ariyanto Nugroho

Bagi pelajar atau mahasiswa perantau, mudik merupakan suatu keharusan yang terjadi pada mereka. Mudik atau pulang kampung (pulkam) biasa dilakukan ketika memasuki libur panjang. Bahkan momen mudik lebaran menjadi sangat penting karena bertepatan dengan libur perkuliahan.

Mudik lebaran merupakan tradisi yang terjadi di kalangan penduduk Indonesia. Biasanya mereka menghabiskan waktu liburnya dengan berkumpul bersama keluarga di rumah ataupun dengan melepas rindu pada kampung halaman yang lama ditinggalkan.

Sudah menjadi kebiasaan apabila mendekati libur panjang perkuliahan, mahasiswa akan bersiap untuk mudik. Bahkan, untuk yang mudik ke tempat jauh sekalipun mereka telah mempersiapkannya dengan membeli tiket mudik lebih awal. Hal ini mereka lakukan agar bisa mendapatkan harga tiket yang lebih murah ketimbang membelinya saat mendekati libur panjang.

Memang kadang nasib mahasiswa perantau tidak tentu arah

Sementara itu, momen lebaran menjadi kesempatan bagi mereka untuk berkumpul dengan seluruh keluarga. Bagi mahasiswa perantau, mudik juga jadi pilihan daripada harus berdiam diri seharian di kamar indekos.

Persiapan mudik merupakan suatu kesibukan yang baru bagi mahasiswa perantau. Dalam persiapan itu,  ada yang membeli oleh-oleh buat  keluarga di rumah. Bahkan tak jarang mereka rela mengeluarkan uang yang tak sedikit demi membawakan oleh-oleh khas daerah perantau.

Selain itu, bagi mereka yang mempunyai jangka waktu libur perkuliahan yang lama terbilang satu hingga dua bulan. Pertama kali mereka lakukan ialah membersihkan kamar indekos sebelum mudik. Ini mereka lakukan agar kamar yang ditinggalkan menjadi bersih dan nyaman dan ketika kembali pun tak dipusingkan untuk membersihkannya lagi.

Di samping dengan kebahagiaan yang dirasa bagi mahasiswa perantau mudik, ada sedikit yang paling menyiksa. Ketika persiapan yang dilakukan sudah matang ternyata malah gagal mudik. Memang kadang nasib mahasiswa perantau tidak tentu arah. Alasan gagal mudik pun bermacam-macam. Mulai karena tugas kuliah sampai kehabisan tiket mudik.

Tugas kuliah kadang menjadi beban bagi mahasiswa. Namun, itu sudah menjadi bagian dari kehidupan mahasiswa. Lebih menyakitkan lagi ketika masih mendapatkan tugas kuliah padahal sudah masuk libur perkuliahan. Niat ingin berlibur pun menjadi terhalang dengan adanya tugas kuliah.

Berbeda halnya, ketika memasuki libur perkuliahan harus mendapat pekerjaan mendadak yang tak bisa ditolak. Akibatnya waktu libur mereka dihabiskan dengan bekerja. Memang libur perkuliahan merupakan waktu yang tepat untuk mencari kerjaan bagi mahasiswa karena tidak terganggu dengan jadwal perkuliahan.

Selain itu, tren mudik mahasiswa perantau juga berlaku bagi mereka yang tempat tinggalnya bisa dibilang masih dekat. Bahkan tiap seminggu sekali mereka sering pulkam. Namun tetap saja mereka ingin dibilang mudik lebaran.