Bus, Pilihan Murah Pulang ke Rumah

0
32

Liburan selalu menjadi masa yang ditunggu-tunggu mahasiswa, terutama bagi mereka yang berasal dari luar daerah. Nah, sebentar lagi, liburan itu tiba. Meskipun liburan atau pulang kampung termasuk agenda rutin, tetap perlu direncanakan dengan baik bila tak ingin sengsara di jalan.

Saya akan berbagi cerita tentang pengalaman pulang kampung dari Malang, tempat saya kuliah, ke kampung halaman di Palu, Sulawesi Tengah.

Bagi yang harus menyeberang pulau, bisa menggunakan transportasi udara lewat  Bandara Abdur Rachman Saleh, Malang atau melalui bandara Juanda Surabaya. Namun,  Bandara Abdur Rachman Saleh hanya melayani beberapa rute sehingga mayoritas penumpang menggunakan bandara Juanda Surabaya yang melayani lebih banyak rute penerbangan.

Banyak orang, termasuk saya yang tidak tahu bahwa untuk ke Bandara Juanda dapat menggunakan bus. Saya baru tahu setelah mendapat informasi dari ayah saya bahwa untuk ke bandara bisa menggunakan bus DAMRI. Setelah itu saya mencari informasi melalui internet mengenai bagaimana menemukan bus yang merupakan angkutan umum khusus ke Bandara. Dari beberapa blog yang saya baca, untuk menemukan bus DAMRI tidak sulit dan murah sehingga saya memutuskan untuk menggunakan bus. Saya memang sedang berhemat.

Naik bus dari malang ke Bandara Juanda ternyata seru. Saya semula khawatir dan bingung karena sebelumnya saya belum pernah menggunakan bus ke Bandara. Saya belum tahu apa yang harus saya lakukan ketika tiba di Terminal Bungurasih nanti dan bagaimana menemukan bus DAMRI. Ternyata ketakutan saya itu hilang setelah menikmati perjalanan Malang-Juanda. Saya mengesampingkan kekhawatiran yang berlebihan dan langsung bertindak.

Saya tipe orang yang banyak berpikir sebelum bertindak.  Toh, nanti jika saya kebingungan, saya bisa bertanya ke orang lain. Akhirnya, tanpa pikir panjang lagi, saya memilih transportasi ini. Meskipun menggunakan bus ekonomi, saya bisa duduk dengan tenang, bahkan tertidur, dibuai oleh goyangan bus plus hembusan udara sejuk AC.

Mereka berdiri di sepanjang lorong bus. Saya bisa mengetahui bagaimana mereka menjaga keseimbangan dengan berpegang erat pada kursi di samping mereka

Naik bus ke Bandara Juanda tidak sulit dan jauh lebih murah ketimbang naik travel. Yang perlu dilakukan hanya ke Terminal Arjosari dan menumpangi bus apapun dengan tujuan surabaya. Tapi disarankan tidak memilih bus patas karena tarifnya jauh lebih mahal dari bus biasanya. Tenang, bus patas dan bus ekonomi tujuan surabaya lainnya sama-sama memiliki AC sehingga tidak perlu khawatir kepanasan jika memilih naik bus ekonomi.

Hanya saja, ketika memilih bus ekonomi harus sesegera mungkin agar mendapatkan kursi. Saya pernah satu bus dengan beberapa orang yang terpaksa berdiri karena tidak mendapatkan kursi. Mereka berdiri di sepanjang lorong bus. Saya bisa mengetahui bagaimana mereka menjaga keseimbangan dengan berpegang erat pada kursi di samping mereka dan bersandar pada kursi agar tidak kelelahan. Sebab, bus melaju tidak selalu pelan, terkadang ngebut dan sering tiba-tiba mengerem.

Jalanan yang dilewati pun berkelok-kelok dan bergelombang. Jika kuda-kuda mereka tidak kuat,  bisa-bisa jatuh menindih orang lain. Keseimbangan harus benar-benar dijaga. Padahal tarif untuk yang berdiri dan duduk sama, berkisar Rp 14.000-Rp 15.000, jadi lebih baik duduk bukan?

Nah, ketika sudah sampai di Terminal Bungurasih Sidoarjo, langsung saja cari bus DAMRI, bus angkutan Terminal Juanda atau sebaliknya. Letak jalur bus DAMRI tepat di sebelah kiri jalur bus umum. Tarif yang dibutuhkan dari Malang ke Juanda hanya berkisar Rp 45.000. Rinciannya, untuk menuju Terminal Arjosari naik angkot merogoh kocek sekitar Rp 4.000, dari Terminal Arjosari ke Terminal Bungurasih dengan menggunakan bus ekonomi AC Rp 14.000, dari Terminal Bungurasih ke Bandara Juanda Rp 25.000. Jadi  totalnya hanya Rp 43.000.

Coba bandingkan dengan naik travel yang tarifnya sekitar Rp 70.000- Rp 100.000. Naik bus bisa menghemat hampir setengahnya. Memang sih naik travel jauh lebih praktis ketimbang naik travel. Tapi bagi yang ingin berpetualang dan merasakan pengalaman yang berbeda, dan tentu saja murah, bus adalah pilihan yang patut dicoba. Ketika naik bus cukup siapkan banyak recehan untuk berbagi dengan pengamen yang terkadang ikut naik ke bus. Memberikan receh Rp 500-Rp 1.000 tidak akan menghabiskan uang anda.

Rincian dan tips menggunakan bus ke bandara :

  1. Berangkatlah lebih awal karena waktu yang dibutuhkan lebih lama ketimbang naik travel sehingga tidak ketinggalan pesawat
  2. Naik angkot ke Terminal Arjosari, cari angkot jurusan ADL, GA, LA, KA atau lainnya yang ada huruf A di bagian depan dan belakang angkot. Jika mau lebih aman langsung tanya saja ke pak supir nya apakah ke Terminal Arjosari atau tidak.
  3. Pilih bis tujuan Surabaya, disarankan untuk tidak memilih bis patas jika mau lebih hemat
  4. Siapkan banyak recehan untuk berbagi dengan pengamen
  5. Sesampainya di Bungurasih, cari bus DAMRI. Letak jalurnya tepat di sebelah bus umum. Pastikan bus DAMRI yang ditumpangi sesuai dengan terminal yang dituju. Terminal 1 Juanda untuk maskapai penerbangan Citilink domestik, Sriwijaya Air domestik, Batik Air domestik, Lion Air domestik, Garuda Indonesia domestik dan Terminal Juanda 2 untuk maskapai Garuda Domestik /Internasional, Air Asia Domestik/Internasional, Tiger Domestik/Internasional, Lion Air (Singapore), China Airlines, Singapore Airlines, Eva Air, Chatay Pacific
  6. Abaikan calo yang memaksa untuk membawa barang bawaan atau menawarkan diri untuk mencari bus demi menghindari hal yang tidak diinginkan
  7. Jaga barang bawaan sepanjang perjalanan karena kejahatan muncul karena ada kesempatan.

 

Penulis:

Dina Noviana, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang

SHARE
Previous articleTerima Kasih
Next articleMenuai Asa di Ibukota