Fujifilm GFX 50S, Kamera Mungil Bersensor Besar

0
499
Sebuah simbol perkembangan teknologi kamera yang semakin ringkas di Photokina di Kota Cologne, Jerman, Selasa (20/9).Kompas/Lucky Pransiska (UKI) 20-09-2016UNTUK GAWAI

Produsen kamera asal Jepang, Fujifilm, baru saja memperkenalkan kamera seri terbaru mereka, yaitu kamera mirrorless medium format, Fujifilm GFX 50S, di pameran industri fotografi internasional, Photokina, di Cologne, Jerman, Senin (19/9).

”Hari ini saya perkenalkan kamera format baru dalam sistem kamera Fujifilm, yaitu GFX 50S,” ujar Senior Vice President Corporation Fujifilm Toru Takahashi kepada media.

Kamera tersebut merupakan kamera format besar digital dengan sistem mirrorless (tanpa cermin pantul) pertama Fujifilm dan kamera medium format digital pertama yang paling kompak di kelasnya. GFX 50S menggunakan sensor CMOS berukuran 43,8 x 32,9 milimeter.

Teknologi sensor baru yang digunakan GFX 50S memiliki ukuran resolusi 51,4 megapiksel. Jika dibandingkan sensor yang digunakan pada kamera digital SLR umumnya, sensor ini berukuran lebih besar 1,7 kali lipat dari sistem sensor 135 full frame dan 4 kali lebih besar dari sistem sensor Advance Photo System type-C (APS-C), sehingga memungkinkan untuk menghasilkan gambar berukuran besar dengan kualitas yang sangat tajam.

General Manager Sales dan Marketing Fujifilm Toshihisa Lida menyebutkan, sensor tersebut merupakan sensor yang dikembangkan sendiri oleh Fujifilm untuk menghasilkan kualitas gambar yang super besar dan memiliki ketajaman tinggi. Ia mencontohkan detail ketajaman subyek foto potret seorang model yang di-cropping di bagian matanya untuk meyakinkan kekuatan sensor yang dimiliki GFX 50S di hadapan media dan undangan.

Fujifilm GFX 50 S, kamera mirrorless medium format pertama Fujifilm yang diluncurkan di Photokina, Cologne, Jerman Senin (19/9). Kompas/Lucky Pransiska (UKI) 19-09-2016 UNTUK GAWAI
Fujifilm GFX 50 S, kamera mirrorless medium format pertama Fujifilm yang diluncurkan di Photokina, Cologne, Jerman Senin (19/9).
Kompas/Lucky Pransiska (UKI)
19-09-2016
UNTUK GAWAI

Menjawab tantangan

Takahashi menambahkan, GFX 50S adalah kamera yang diciptakan untuk menjawab tantangan dalam industri fotografi, khususnya memenuhi kebutuhan fotografer profesional, terutama di bidang komersial, fashion, fine art, dan landscape. Ia menyebutkan 30 persen fotografer pengguna kamera Fujifilm menginginkan kamera berformat besar untuk menunjang kebutuhan pekerjaannya yang menuntut kualitas gambar yang besar dan sangat tajam.

Fujifilm GFX mengacu pada seri G kamera medium format yang dikeluarkan Fujifilm sebelumnya. Kamera medium format pertama Fujifilm diperkenalkan di Photokina tahun 1968, yaitu Fujica G 690. Kamera analog large formatrangefinder pertama dengan aspek rasio 6:9. Kamera medium format baru pertama diperkenalkan Fujifilm 18 tahun kemudian, yaitu Fuji GX 680 Profesional. Kamera ini merupakan kamera 6 x 8 yang dilengkapi dengan tiltandshift.

Kamera medium format 6 x 4,5 dengan sistem autofokus lensa pertama di dunia diluncurkan Fujifilm tahun 1995, yaitu Fuji GA 645 Profesional. Fujifilm GFX 50S bukanlah kamera medium format kompak pertama Fujifilm. Seri pendahulunya sudah pernah diperkenalkan kepada publik tahun 2009, yaitu Fujifilm GF 670.

Kamera berukuran 6 x 7 tersebut adalah kamera analog kompak yang pernah dilepas Fujifilm ke pasaran. Sementara huruf F pada seri kamera itu merujuk pada sistem prosesor ”X Processor Pro” yang dikembangkan Fujifilm. Prosesor gambar ini diyakini Fujifilm sebagai prosesor yang memiliki keunggulan dalam memproduksi nada dan warna gambar.

Untuk aspek rasio Fujifilm GFX 50S memiliki multi-aspek rasio 4:3, 3:2, 1:1, 4:5, 6:7, dan 6:17. Multi-aspek rasio tersebut dengan kata lain menunjukkan kamera GFX 50S merupakan kameramedium format sekaligus kamera large format.

Fujifilm GFX 50S baru akan dilepas ke pasar pada awal tahun depan bersama dengan enam seri lensa GF terbarunya.

Harga

Mengenai harga, General Manager Sales dan Marketing Fujifilm Toshihisa Lida mengatakan, kamera GFX 50S dengan lensa kit 63 mm akan dilepas ke pasaran dengan harga kurang dari 10.000 dollar AS. Namun, pencinta fotografi di Tanah Air perlu bersabar karena Fujifilm belum memastikan kapan kamera ini akan masuk ke Indonesia.

Dari sisi ukuran kamera, GFX 50S memiliki ukuran dan berat yang hampir sama dengan kamera DSLR pada umumnya sehingga mudah dibawa dan praktis (handy). Namun, untuk menunjang berbagai kebutuhan profesional fotografer, Fujifilm juga menyiapkan perangkat pendukung/aksesori lain, yaitu jendela bidik elektronik (EVF) yang bisa dicopot dan dipasang pada dudukan hotshoe kamera (dudukan lampu flash).

Jendela bidik ini memiliki keunikan karena dapat diputar sesuai kebutuhan sudut pemotretan. Fujifilm juga menyiapkan HDMI monitor yang dihubungkan lewat kabel serta vertical battery grip untuk pemotretan vertikal.

Peluncuran kamera Fujifilm GFX 50S di ajang Photokina 2016, sebagai hal yang mengejutkan bagi sebagian pelaku fotografi khususnya dalam peta teknologi dan industri fotografi ke depan. Tidak banyak yang menduga kamera ini dioperasikan menggunakan sistem mirrorless.

Tentu keunggulan dari kamera tanpa cermin pantul yang paling utama adalah, antara lain, dari segi desain kamera akan sangat kompak. Kamera-kamera kompak yang cerdas menjadi tren teknologi ke depan dalam jagat fotografi.

Lucky Pransiska


Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 4 Oktober 2016, di halaman 26 dengan judul “Fujifilm GFX 50S, Kamera Mungil Bersensor Besar”.