Meme-meme lucu di dunia maya terpampang di layar monitor, Kamis (29/9). Kompas/Wisnu Widiantoro (NUT) 29-09-2016

Meme sekarang ini bisa jadi alternatif hiburan buat mereka yang sedang susah, sedih, kecewa, putus asa, marah, bahkan yang sedang bergembira. Tidak perlu mencari ke mana-mana, karena aneka macam meme tiap hari berseliweran di layar telepon pintar kita.

Meme merupakan kependekan dari mimema yang dalam bahasa Yunani kuno berarti menirukan. Meme menyebar melalui internet, terutama media sosial dan kini lewat aplikasi percakapan bersama. Apa pun dan siapa pun dapat dijadikan meme.

Banyak meme mengambil ide dari ekspresi orang terkenal, seperti bintang film, petinggi partai politik, atlet top, penyanyi, ustaz, menteri, gubernur, bahkan presiden. Akan tetapi, banyak pula orang biasa yang menjadi terkenal karena dijadikan meme.

Sering kali si tokoh tak menduga wajah dan ekspresinya dalam foto yang diunggah ke media sosial, kemudian laris setelah dijadikan meme.

Ide meme bisa berasal dari mana saja, mulai dari makanan, minuman, liburan, pakaian, jodoh, puasa, sekolah, kuliah, anak-anak, tingkah binatang, ekonomi, politik, sidang pengadilan, peristiwa, hingga musibah.

Sebagian besar intinya tetap sama, yakni parodi kocak. Sebagian lagi perihal renungan dan mengingatkan orang, seperti jangan membuang sampah sembarangan. Selain itu, kini banyak pula berbagai aplikasi untuk membuat meme sehingga orang biasa pun dapat membuat meme pribadi. Misalnya, ada meme creator, meme generator free, meme maker, meme builder, GATM meme generator, dan photoshop. Selain itu ada pula mematic, meme design, trollolol, meme producer, meme+pro, dan rage maker.

Mereka yang suka membuat meme dan penikmat meme pun punya komunitas, seperti Meme Comic Indonesia yang anggotanya kini jutaan. Komunitas ini terbentuk pada tahun 2012.

Menghibur

”Buat saya, meme sangat menghibur dan bikin tertawa-tawa sendiri. Saya suka meme yang terkait dengan kondisi saya. Nah, yang seperti ini pasti bisa membuat saya tertawa geli,” kata Odilio Erly Susanto, mahasiswa jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Komunikasi Universitas Multimedia Nusantara, Tangerang.

Menurut dia, hal yang menarik dari meme adalah selalu berhasil mengolah ide dari suatu hal biasa dan sering dijumpai sehari-hari. ”Padahal, hanya dari hal sepele dan tak pernah terpikirkan saya, tetapi hasilnya membuat saya ngakak. Misalnya, meme tentang jomblo yang digambarkan dengan kucing, bukan dengan manusia. Ada dua kucing berkasih-kasihan, sedangkan satu kucing lainnya jomblo dan berlagak mati,” kata Odilio.

Dalam pengamatannya, meme lebih bersifat melucu ketimbang memberi informasi. Dia juga selalu melihat gambar lebih dulu ketimbang tulisan atau teks dalam meme. ”Lucu, ekspresi orang yang sama menjadi meme berbeda,” ujarnya.

Nina Rasmeika Pratiwi, mahasiswa jurusan Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, Depok, juga senang dengan meme yang lucu dan unik.

”Saya tidak terlalu suka meme yang terlalu keras, lebih baik meme yang kocak saja,” kata Nina.

Sama seperti Odilio, Nina pun takjub dengan kepiawaian para pembuat meme menghasilkan karya dari ide yang biasa dan terlihat sehari-hari. ”Saking biasanya, sampai tidak terpikirkan akan menjadi meme yang luar biasa mengena dan lucu,” ujar Nina.

Ada beberapa meme yang selalu teringat Nina, misalnya, meme yang mengambil ide dari penyanyi Syahrini dan polisi wanita yang bertugas di Unit Dikyasa Satlantas Polrestabes Bandung, Briptu Dewi Sri Mulyani.

”Pas banget jargon ’Di situ kadang saya merasa sedih’”, ujar Nina geli. Dia mengakui, kadang kala dia bersama teman-temannya di kampus membahas meme yang sedang dibicarakan orang.

Salah satu pembuat meme terkenal Agan Harahap lebih suka membuat meme dari foto dengan teknik montase. Tujuan utama Agan, membuat orang senang dan terhibur. Membuat meme juga bukan mata pencariannya. Bahkan, dia sering menolak tawaran untuk membuat meme hanya dengan alasan tidak sreg dengan idenya.

”Saya lebih suka mengerjakan meme dari ide saya sendiri, bukan pesanan atau karena dibayar seseorang,” kata Agan di Jakarta, Kamis (29/9). Dia kerap membuat meme yang mempertemukan dua tokoh seolah sedang bersama atau seakan bertamu ke rumahnya.

”Tetap saja ada yang percaya itu kejadian sungguhan. Ada juga yang bertanya-tanya soal kebenaran peristiwa dalam foto tersebut. Nah, ini yang membuat saya puas,” ujar Agan yang pernah membuat sejumlah meme polisi menangkap para selebritas terkemuka dunia.

Agan mengaku tak sengaja menekuni meme. Semula pada 2012, dia mendapat proyek ambil bagian dalam pameran fotografi. Namun, bukan fotografi biasa melainkan foto yang diangkat dari peristiwa sehari-hari.

”Saya membuat montase dari foto dan pada awalnya yang muncul di meme, ya, saya sendiri. Modelnya saya. Ternyata banyak yang suka. Sejak itu saya sering membuat meme dari foto yang sukses mengecoh banyak orang,” ujar Agan.

Meski demikian, Agan pun tak sembarang mengambil foto atau menjadikan meme seseorang. ”Saya tak mau membuat meme sarkasme seseorang. Tujuan meme karya saya menghibur dan membuat orang senang,” ujarnya tegas.

TIA


Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 30 September 2016, di halaman 24 dengan judul “Hiburan Itu Bernama ”Meme””.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here